SUDAH SAATNYA KITA BERSATU… KOMPAK YUUUK…


note ringan jauh dari kesempurnaan, yang hadir seketika dari kegelisahan, semoga bermanfa’at…

Beberapa hari lalu saya ngobrol2 ringan dengan seorang loper koran, setelah bincang2 ngalor ngidul, Kepada saya dia berkata ” kenapa sih bang, umat Islam kok sulit sekali bersatu ? terus terang saya prihatin sekali, kok masih ada ya yang ngeributin persoalan2 yang gak bakal ada kata selesainya…?? “. pertanyaan ini hanya saya jawab dengan senyuman, karena saya juga bingung neranginnya.

Sampai di rumah saya berfikir kembali, yaph… memang begitu realitanya, banyak obrolan ringan seperti itu yang sering kita dengar dr berbagai lapisan masyarakat… intinya SUDAH SAATNYA UMMAT ISLAM BERSATU… diskusi panjang, debat kusir, polemik seputar keshohihan hadits qunut, puasa rajab, nishfu sya’ban, atau tata cara shalat yang paling pas dengan Rasul, rasanya saat ini sudah tidak perlu lagi diangkat, karena hal ini telah menjadi bahasan panjang para Ulama kita ribuan tahun yang lalu, saya rasa kita semua setuju bahwa Imam Maliki, Imam Syafi’I, imam Hanafie, Imam Hambali, dan para Ulama lainnya adalah sosok pribadi sangat sangat tinggi dan mendalam kualitas ilmunya.

Kalau persoalan ikhtilaaful A-immah (perbedaan pendapat para Imam) ini kita angkat kembali berarti kita set back dong, kita mundur ke ribuan tahun yang silam.

Mohon maaf, Saya melihat diskusi, debat, polemic yang menjadi obrolan kita di beberapa mesjid, musholla dan di masyarakat luas kebanyakan bukan mencari KEBENARAN namun justru menjurus kepada PEMBENARAN, merasa pendapatnya paling benar, haditsnya paling shohih, Islamnya paling murni, dlsb. Saudaraku… kapan ini akan berakhir…? SUDAH SAATNYA KITA BERSATU…! Mari kita ber’amaliah dengan prinsip keilmuan yang kita fahami dan kita yakini masing masing, karena kalau mau dicari siapa yang PALING BENAR dan PALING SHOHIH maka kapan selesainya polemic ini …?

Terus yuk kita belajar, nuntut ilmu, ngaji…, musyawarah, bahtsul masaa-il, tarjiih, debat, mari kita lakukan di Forum Ilmiah, Forum Diskusi, di Perguruan Tinggi, di Pesantren, dll. Ketika kita kembali ke tengah masyarakat mari kita saling menghargai pendapat dan cara beribadat saudara kita yang mungkin berbeda dengan kita.

saya punya kawan dia ini alumni pesantren milik kyai NU di Jateng, kuliah juga, kalo subuh qunut. tarawihnya 11 kayak Muhammadiyah, militan kayak Salafy, pake jenggot kayak Jamaah Tabligh, punya bbrp buku Sayyid Muhammad Muhammad Alawy Al Maliki, Albani, Al Maududi, Ibn Athoillah Assakandary, Ruumy, dll. teman2nya dari semua kelompok, saya melihatnya asyik betul orang kayak gini, baik kepada siapa saja, saya salut karena dia cerdas, dia ia berakhlaq baik (dalam kacamata awam saya), dia banyak disenengin orang.

Meminjam istilah Gus Mus IKHTILAAF = I’TILAF ( perbedaan pendapat yang mengantarkan kita pada semangat persatuan ). Kalau Istilah Buya Hamka ” kita harus belajar FIQIH Syafi’I, Maliki, Hanafi dan Hambali sekaligus meniru AKHLAQ para Beliau “, Demikian… SUDAH SAATNYA KITA BERSATU…

Maafin yaa krn pasti banyak kurangnya… Wallohu a’lam.

Satu Tanggapan to “SUDAH SAATNYA KITA BERSATU… KOMPAK YUUUK…”

  1. setuju pa ustadz, malu dong sama yang non muslim


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: