3 LA’ALLA DALAM AYAT AYAT PUASA


Dalam ayat ayat puasa ( QS. AL BAQARAH 183 – 187 ) terdapat 3 tujuan dan harapan yang dalam bahasa Al quran diistilahkan dengan term “LA’ALLA” (Harapan yang sangat mungkin terwujud) dan inilah ultimate goal yang hendak disasar dalam universitas Ramadhan…

1. لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ “la’allakum tattaquun” ( ayat 183 ) tujuan ibadah puasa adalah agar menjadi insan Muttaqien. Banyak sekali definisi dari Taqwa ini, diantara deskripsi umum yang sering kita dengar adalah Taqwa merupakan sebuah sikap yang muncul dari kesadaran untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Menjalankan perintah dan menjauhi larangan adalah 1 paket yang tidak bisa dipisahkan, sebab pada tingkat realitas kita dapat melihat ada beberapa tipikal manusia dalam beragama :

1. ada sebagian manusia yang menjalankan perintah Allah tapi tidak menjauhi larangan, STMJ (shalat terus ma’shiyat jalan), puasanya full 1 bulan tapi berbuat dosanya 11 bulan… dst.

2. ada juga yang mampu meninggalkan larangan tapi tidak mau mengerjakan perintah. Dia tidak berzinah tapi shalatnya ogah, dia tidak berjudi tapi sekalipun ia kaya tidak mau pergi hajji…

3. ada lagi yang paling keterlaluan, yaitu orang yang perintah tidak dijalankan disisi lain larangan Allah malah justru dijadikan kebiasaan. Shalat gak pernah sementara perbuatan keji dan munkarnya lancar, zakat ogah korupsinya melimpah ruah, dlsb. na’uudzubillah…

nah orang bertaqwa yang ingin dicapai dari pelaksanaan puasa ini adalah mereka yang memiliki kemauan untuk menjalankan perintah dengan kesadaran bahwa apa yang diperintahkan itu pasti bernilai baik bagi dirinya, dan sekaligus mampu meninggalkan semua larangan juga dengan kesadaran bahwa apa yang dilarang itu pasti berakibat jelek bila kita lakukan.

2. لَعَلَّكُمْ تشكرون “la’allakum tasykuruun”, sasaran kedua adalah “agar kalian menjadi orang yang pandai bersyukur“ (coba lihat ayat 185 nya). dalam konteks ini maka bersyukur harus diwujudkan dalam 2 item :

 walitukmilul ‘iddata (menyempurnakan bilangan ramadhan), maksudnya adalah mempertahankan semangat ibadah sampai hari terakhir ramadhan, bahkan lebih meningkatkan kualitas amal dipenghujung bulan yang memang menjadi puncak dari limpahan barokah…
 walitukabbirullooha ‘alaa maa hadaakum (besarkan nama allah / bertakbirlah ) maknanya adalah untuk menjadi orang yang bersyukur hendaknya kita mampu membesarkan Alloh dlm segala kondisi. Alloh tetap akbar tidak hanya dalam sholat, tidak hanya pada saat ramadhan tapi diluar ramadhan, tidak hanya didalam mesjid tapi di kantor, di pasar, Singkatnya dalam kehidupan sehari hari hendaklah Alloh tetap menjadi PRIORITY

3. لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَْ “la’allahum yarsyuduun” “Agar menjadi orang yang selalu hidup dalam kebenaran”. Mereka inilah yang akan selalu mendapat petunjuk dan bimbingan dari Allah… bagaimana caranya ? pada koteks ayat ini Dijelaskan caranya ( coba lihat ayat 186 ).:

 Dalam semua aktifitasnya mereka selalu merasakan kehadiran Allah dekat dalam hidupnya “INNII QORIIB…”
 selalu menyandarkan diri kepada Allah dengan selalu berdo’a dengan do’a yang sesungguhnya
 fal yastajiibuu lii … Hendaknya mereka memenuhi setiap panggilan Allah
 wal yukminuu bii… dan hendaknya mereka tetap konsisten dalam keberimanannya,,,

semoga bermanfaat>>> … Wallohu A’lam.

Satu Tanggapan to “3 LA’ALLA DALAM AYAT AYAT PUASA”

  1. Amin, semoga menjadi muttaqien yang selalu bersyukur, berpijak di jalan kebenaran dalam bimbingan dan Ridha Allah SWT.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: