BULAN RAMADHAN SEBAGAI BULAN REVOLUSI BATHINIYYAH


By : Ahmad Milady

Shoo-imiin Shoo-imaat, Pengunjung Taman Ramadhan yang berbahagia, kita berdo’a semoga Allah memuliakan hidup kita fiddunyaa wal aakhiroh,

Kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengajak kita semua untuk mencoba melihat lebih dalam tentang salah satu wisdom (hikmah), satu pelajaran berharga yang bisa kita petik dari ibadah puasa itu.

Saudaraku, kita sering mendengar ada istilah “ tindakan pencegahan itu lebih baik ketimbang pengobatan”, makna bebasnya adalah lebih bijak mencegah penyakit sebelum datang daripada mengobati penyakit itu sesudah ia meradang. Salah satu pelajaran dari Universitas Terbuka Ramadhan ini adalah…

1. bahwa Ramadhan mengajarkan dan mendidik kita untuk bisa memiliki kemampuan daya tolak dan pengendalian diri (self denied), mampu berkata “tidak”, kuasa menolak dari keinginan keinginan nisbi, dari keserakahan dan ambisi, dan dari situlah terbimbingnya Nafsu kearah yang lebih baik dan proporsional. Bukankah agama itu dimulai dengan kalimat “tidak” …? “LAA ILAHA ILLALLOOH” tidak ada tuhan selain Allah… didalam puasa kita dilatih untuk bisa berkata “tidak” saat jam 2 siang ada makanan lezat terhidang, kita dilatih untuk tidak minum dan tidak berhubungan dengan isteri yang halal buat kita, padahal makan, minum dan hubungan sex itu adalah kebutuhan utama / kebutuhan primer setiap manusia, kebutuhan FA’AALI yang tidak bisa ditunda tunda lagi pemenuhannya… kita sering mendengar dan membaca di Media Massa, ada orang penakut yang berubah menjadi nekat karena urusan makan, orang berani mencuri gara gara urusan perut, isteri mengkhianati suami sebaliknya suami berselingkuh dengan wanita lain hanya karena urusan nafsu biologis ini. Nah, puasa Ramadhan mengajarkan kita, jika dari kebutuhan primer saja kita bisa mengendalikannya, apalagi dari kebutuhan sekunder, kalau dari kebutuhan makan saja kita menahan, apalagi dari keinginan memiliki kendaraan mewah, keinginan untuk punya rumah megah, keinginan untuk menguasai uang yang melimpah, keinginan untuk memiliki ini dan itu. Satu Item yang mungkin perlu kita luruskan, bukan memiliki mobil mewah yang dilarang oleh Islam, bukan punya rumah dan villa megah yang dikecam oleh agama kita, tapi yang diultimatum oleh Islam adalah memiliki semua itu dengan cara cara menafikan aturan main yang telah Allah gariskan. Sahabatku…, Puasa mengajarkan kita untuk mampu mengendalikan diri dari cara cara yang tidak Allah ridloi, inilah yang kata Imam al Ghazali Shabar menghadapi permainan dunia yang seringkali melengahkan kita… waspadalah… waspadalah…

2. Bulan ramadhan adalah training center yang sarat dengan pelajaran yang bermuatan social, Puasa memang pendidikan yang paling efektif untuk menumbuh kembangkan kepekaan social. Lewat puasa kita diminta untuk secara langsung merasakan penderitaan yang sering kali mengakrabi kehidupan faqir miskin, dengannya kita jadi sadar betapa pedihnya lapar dan haus yang sering dirasakan saudara saudara kita setiap harinya. Dari rasa senasib dan sepenanggungan inilah muncul semangat kebersamaan dan cinta kasih terhadap sesama.

Disamping itu, nuansa ramadhan juga mengajarkan kepada kita tentang betapa berartinya hidup ini jika kita maknai dengan nilai kebersamaan. Ramadhan menguburkan nilai “Aku“ yang selama ini lebih sering muncul kepermukaan dan sekaligus menumbuhkan nilai “Kami“ dalam kehidupan, bukankah ketika Ramadhan kita “ Lapar bersama “, “ haus bersama “, berbuka puasa bersama “, “ tarawih bersama“, “Tadarus bersama“, “bangun tengah malam bersama“ dan “Sahur bersama“. Subhanallah, dibulan mana kita bisa merasakan hal seperti ini kalau bukan dibulan ramadhan.

Itulah Salah satu pelajaran dan pesan moral tertinggi dari “ UNIVERSITAS RAMADHAN ” yakni semangat kebersamaan. Memang banyak yang bisa kita capai jika kita bersatu dan bersama sama mewujudkannya. Seekor srigala mengincar korbannya ( kambing ) yang terpisah dari kelompoknya. Banyak manfaat yang bisa kita raih dengan kebersamaan, dengan kebersamaan kita akan kuat, dengan kebersamaan musuh akan gentar, dengan kebersamaan keberkahan akan turun, dan pada akhirnya pertolongan Allah akan sangat sangat dekat dengan semangat kebersamaan itu. Bukankah saat ini kita butuh semua itu ,,, dan ramadhan telah menyadarkan kita tentang penting semua itu.

Wallahu a’lam.

Belum Ada Tanggapan to “BULAN RAMADHAN SEBAGAI BULAN REVOLUSI BATHINIYYAH”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: