DIANTARA KEISTIMEWAAN IBADAH PUASA RAMADHAN


By. Ahmad Milady

Suatu hari, Abu Umaamah mendatangi Rasulullah SAW. Dan bertanya kepada Beliau tentang satu amalan yang apabila ia kerjakan maka Allah pasti akan memasukkannya kedalam surga, Dengan singkat, padat, penuh manfa’at Rasul menjawab :
عَلَيْكَ بِالصَوْمِ فَإِنَّهُ َلا عِدْلِ لَهُ
“ berpuasalah engkau, karena sesungguhnya puasa itu adalah ‘amal Ibadah
yang tidak ada tandingannya “

Pertanyaannya sekarang adalah, apa yang konsideransi yang menyebabkan Ibadah puasa itu menjadi ibadah yang tidak ada tandingannya…? Mari kita lihat satu persatu :

1. Ibadah puasa wajib itu menjadi Ibadah yang tiada tandingannya adalah karena ibadah tersebut dilakukan pada bulan yang sangat mulia yaitu bulan Ramadhan. Bulan yang menurut informasi hadits dipaparkan sebagai bulan dimana Allah membuka pintu pintu surga, dikunci pintu2 neraka, syeithanpun dibelenggu. Bulan taburan rahmat, maghfirah, barokah melimpah ruah dibanding dengan bulan2 lainnya. Bulan yang amal ibadah dilipatgandakan nilainya, do’a2 Allah jamin pengabulannya, dosa2 dihapus karena amal ibadahnya. Bulan yang Allah pilih sebagai bulan diturunkannya al quran, mu’jizat terbesar kaum muslimin. Bulan yang didalamnya terdapat malam kemuliaan (lailatul qodr) yang bernilai 1000 bulan = 83 tahun lamanya. Subhaanallah… sungguh kita akan kehabisan kata2 untuk menggambarkan keistimewaan bulan ini…

2. Puasa menjadi tinggi nilainya, karena Allah sengaja mendesing ibadah ini menjadi sesuatu yang sangat sngat abstrak, ibadah sirriyyah (rahasia), yang dalam bahasa Nabi :
اَلصِّيَامُ لاَ ِريَاءَ فِيْهِ
“ Puasa itu adalah ibadah yang tidak ada riyaa’ didalamnya sedikitpun “. (HR. Bayhaqi )

Bila kita mengadakan komparasi, bila dibandingkan dengan ibadah2 lain maka akan terlihat keunggulan ibadah puasa ini, coba kita lihat, saat seseorang melakukan shalat maka dilihat dari gerakan fisiknya, didengar dari bacaannya orang lain pasti akan segera tahu apa yang sedang dilakukan, nah karena shalat mudah terdeteksi maka shalat kitapun akan sangat mudah pula terkena penyakita Riyaa’, kita bisa merekayasa kekhusyu’an, bacaannya bisa dilagukan semerdu dan sepanjang mungkin, dlsb. Shadaqoh atau zakat kita juga bisa terkena riyaa’ dan sum’ah, baik dengan cara mengadakan dan mengundang wartawan dari berbagai media cetak, maupun dengan cara mengumumkan jumlah uang yang kita sumbangkan,,, na’udzubillah. Begitupun dengan ibadah hajji, mohon maaf… budaya kita ikut menyuburkan unsur riyaa’ dalam pelaksanaan ibadah hajji itu, dimasyarakat mainstream kan kalau yang pergi hajji 2 orang maka 2 kampung tahu,,, yang ngantar ke asrama haji 2 bis metro mini, 2 mikrolet, 12 mobil, dll. (pantas kalau pada musim hajji jalan menuju asrama haji macet total).

Sahabatku… ibadah puasa tidak demikian, ia bersih dari unsur riya, ia jauh dari unsur pamer, — lagi pula — apa yang mau dipamerkan ?, dengan cara apa kita bisa membuat orang terkesan kagum dengan puasa kita ?, apa dengan cara pura pura loyo ?, pertanyaannya, apakah loyo itu ciri dari orang berpuasa ?, tentu tidak. Apa indikator puasa itu ?, bibirnya kering …?, apa bisa dipastikan orang yang bibirnya kering itu pasti puasa ?. apa karena tidur terus menerus…?, atau karena nafasnya kurang sedap ?, tidak saudaraku, Allah sengaja mendisain orang puasa itu tidak ada ciri khususnya, karena irulah yang tahu kita puasa atau tidak itu cuma kita dan Allah saja. Kasus umum saja, saat kantor menugaskan kita ke satu daerah, lalu kita menempati hotel yang sudah disiapkan, di kamar hotel itu kita Cuma sendiri, didalam lemari pendingin tersedia aneka minuman, lalu kita minum sepuasnya, saya yakin pasti tak akan ada yang tahu, jangankan isteri dan anak di rumah, teman sekantor, bahkan orang di sebelah kamarpun tidak akan tahu kita tidak berpuasa, tapi bagi orang yang beriman kenapa itu tidak dilakukan…?, nah disinilah ada semacam kesadaran dalam hati kita, bahwa benar orang lain tidak tahu, betul anak istri tidak melihat, tapi Allah pasti tidak pernah lalai dan luput dari memonitor dan memantau setiap gerak dan aktivitas kita. Dari sinilah tumbuhnya kesadaran dan nilai keikhlasan yang sangat sangat berharga… subhaanallah…

3. keistimewaan lain dari puas adalah bahwa nilai / Pahala ibadah itu Cuma Allah saja yang tahu seberapa besarnya. Ibadah lain ada hitungannya, ada yang 1 berlipat 10, berlipat 70, berlipat 100, berlipat 700, dst. Tapi untuk puasa Allah tegaskan dalam hadis Qudsinya :
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ َادَمَ لَهُ إِلاَّ الصِيَامَ فإِنَّهُ لِي وأَنَا أَجْزِي بِهِ
“ Seluruh amalan anak adam itu untuknya, kecuali puasa karena sesungguhnya untuk Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”

Puasa itu adalah SYAHRUSSHOBRI = BULAN LATIHAN KESABARAN, dan nilai / pahala kesabaran itu tidak terhitung banyaknya, lihatalah qs. Az Zumar : 10

” Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”.

Belum Ada Tanggapan to “DIANTARA KEISTIMEWAAN IBADAH PUASA RAMADHAN”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: